Pawai Ramadhan 1433 H Keluarga Besar Muhammadiyah Kota Pasuruan

Persiapan Tim Pawai dengan mengambil Start di Alun-alun Pasuruan.

Diawali dengan Tim dari TK ABA I

Tim dari TK ABA I Pasuruan Turut berpartisipasi dalam pawai Ramadhan 1433 H Keluarga Besar Muhammadiyah Kota Pasuruan.

Drum Band TK ABA I

Tim DrumBand TK ABA I dengan semangat menampilkan yang terbaik dalam menyambut dan menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1433 H.

Tim dari SD Muhammadiyah dan MI Muhammadiyah Kota Pasuruan

Tim dari SD Muhammadiyah dan MI Muhammadiyah Kota Pasuruan ambil bagian dalam Pawai Ramadhan 1433 H yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Muhammadiyah Kota Pasuruan.

SD Muhammadiyah dan MI Muhammadiyah Kota Pasuruan dalam Pawai Ramadhan 1433 H

Siswa - siswi SD Muhammadiyah dan MI Muhammadiyah Kota Pasuruan dengan semangat ikut menyemarakkan Pawai Ramadhan 1433 H.

Siswa-siswi SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah dalam Pawai Ramadhan 1433 H

Siswa-siswi SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah 1 Pasuruan ambil bagian dalam penyenggaraan pawai Ramadhan 1433 H oleh Keluarga Besar Muhammadiyah Kota Pasuruan.

Pawai Ramadhan 1433 H Keluarga Besar Muhammadiyah Kota Pasuruan

Rute Pawai Ramadhan 1433 H melewati Jl. Hawam Wuruk untuk menuju Gedung DPRD Kota Pasuruan.

di Gedung DPRD Kota Pasuruan

Pawai Ramadhan 1433 Keluarga Besar Muhammadiyah Kota Pasuruan tiba di Gedung DPRD Kota Pasuruan.

Pesan Ramadhan

Pawai Ramadhan diterima oleh anggota dewan dan menyampaikan pesan-pesan ramadhan dan dukungan untuk penerapan suasana ramadhan yang damai di kota Pasuruan.

Dukungan Tanda Tangan Anggota Dewan

Dukungan Anggota dewan Kota Pasuruan dengan menandatangani pesan-pesan ramadhan.

Bersalaman dan Berpamitan

Tim Pawai Ramadhan 1433 H bersalaman dan berpamitan setelah selesainya acara.

Siswa-siswi Muhammadiyah Kota Pasuruan

Siswa-siswi Pelajar Muhammadiyah berpamitan kepada Anggota Dewan Kota Pasuruan setelah Pawai Ramadhan 1433 H berakhir.

Senyum dan Kebahagiaan

Senyum dan kebahagiaan Personnil PD IPM Kota Pasuruan setelah acara Pawai Ramadhan 1433 H selesai. PD IPM Kota Pasuruan Mengucapkan "MARHABAN YAA RAMADHAN" Selamat Datang Bulan Suci Ramadhan....

K.H. Ahmad Dahlan (Sang Pencerah)

K.H. Ahmad Dahlan, Pendiri Perserikatan Muhammadiyah pada tahun 1912.

Tim Bantuan Korban Bencana Alam Gunung Merapi

Tim Bantuan Korban Bencana Alam Gunung Merapi PD IPM Kota Pasuruan yang singgah di Kota Yogyakarta sesaat setelah mengirimkan bantuan untuk korban Merapi.

Menyambut Bulan Ramadhan 1431 H

Persiapan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1431 H dengan pemasangan spanduk di beberapa titik di kota Pasuruan.

Kegiatan Bulan Ramadhan 1431 H

Pembukaan Lomba Tartil dan Lomba Pidato dalam menyerakkan Bulan Suci Ramadhan 1431 H. PD IPM dan Pemuda Remaja Masjid Darul Arqom (PREMASDA) Menyelenggarakan Kegiatan Lomba Tartil dan Lomba Pidato untuk Anak-anak di Halaman Masjid Darul Arqom Pasuruan.

Penyerahan Piala dan Piagam

Penyerahan Piala dan Piagam untuk pemenang dalam Lomba Tartil dan Lomba Pidato dalam menyerakkan Bulan Suci Ramadhan 1431 H yang diselenggarakan oleh PD IPM dan Pemuda Remaja Masjid Darul Arqom (PREMASDA) Kota Pasuruan di Halaman Masjid Darul Arqom Pasuruan.

Foto Bersama All Crew Panitia

Foto Bersama All Crew Panitia Ramadhan In Masjid Darul Arqom (RIDA) 1431 H bersama dengan PD IPM Kota Pasuruan dan Remaja Masjid Darul Arqom Kota Pasuruan.

Keceriaan Siswa-siswi Pelajar Muhammadiyah Kota Pasuruan

Keceriaan Pelajar Muhammadiyah Kota Pasuruan dalam menyambut bulan suci ramadhan 1433 H.

Personil PD IPM Memasang Spanduk

Personil PD IPM Kota Pasuruan melakukan pemasangan spanduk LAZISMU Kota Pasuruan.

Upacara Memperingati Sumpah Pemuda

Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Pasuruan yang terdiri dari PD IPM, Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah mengikuti Upacara Sumpah Pemuda di GOR Untung Surapati Pasuruan.

Loading...

Jumat, 26 April 2013

Pelajar Muhammadiyah Jatim Desak M.Nuh Mundur


Puluhan pelajar dari Ikatan Muhammadiyah Jawa Timur menggelar aksi tolak ujian nasional (UN) di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/4) siang, sekitar pukul 14.00 WIB.
Menurut para pelajar, UN 2013 merupakan puncak kekacauan. Untuk itu, mereka mendesak Menteri Pendidikan M Nuh segera mundur.
"Banyak permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan UN, mulai dari keterlambatan soal ujian di 11 provinsi, lembar jawaban yang tipis merupakan ketidaksiapan pemerintah dalam menyelenggarakan UN di tingkat SMA," teriak salah satu orator.
Untuk itu, para pelajar Muhammadiyah ini yang menggelar aksi dengan mengenakan seragam sekolah ini mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera mencopotM Nuh dari jabatannya. "Sejak tahun 2009, pelaksanaan ujian sudah cacat hukum. Menurut keputusan Mahkamah Agung (MA), yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Nomor 377/PDT/2007/PT.DKI, yang diperkuat lagi dengan putusan Nomor 228/Pdt.G/2006/PN.JKT.PST dengan memenangkan gugatan sejumlah pihak terhadap pemerintah, UN tidak seharusnya digelar," kata juru bicara demonstran, Adam Syarif Thamrin di sela-sela aksi.
Selain berorasi, para pelajar ini juga membentangkan beberapa poster kecaman tentang kegagalan UN serta membawa puluhan bendera kebesaran Muhammadiyah. Salah satu poster yang dibawa pelajar itu di antaranya bertuliskan: Ujian "Gagal" Nasional, Perlukah?
Para pelajar juga menggelar teaterikal. Tiga orang yang berperan sebagai M Nuh dan dua pelajar, saling berebut kertas ujian. Mereka saling pukul dan sesekali menendangkan kaki, untuk mempertahankan dokumen ujian.
"Dalam mendukung sistem pendidikan yang diamanahkan Undang-Undang Dasar 45 dan UU Nomor 20 tahun 2003, tentang Sisdiknas dan menyikapi UN 2013 yang telah gagal ini, kami ingin mengingatkan M Nuh bahwa UN merupakan inkonstitusional," tandas dia.
Karena aksi itu, Jalan Gubernur Suryo macet. Beberapa pengguna jalan melambatkan laju kendaraannya untuk sekadar melihat aksi para pelajar. (sumber: merdeka.com)

Lain dari biasanya, IPM Jawa Timur dilantik di Mall


Surabaya - Alhamdulillah pelantikan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur Periode 2012-2014 telah berhasil diselenggarakan dengan baik dan lancar pada hari Ahad, 21 April 2013 kemarin. Lain dari biasanya, pada kali ini pelantikan diselenggarakan di Multifunction Room - BG Juntion Mall Surabaya. Pelantikan di hadiri oleh Bpk Nadjib Hamid, M.Si - PWM Jatim, Fida Afif – PP IPM, Majelis Dikdasmen PWM, PWA Jatim, PD IPM Se-Jawa Timur dan seluruh perwakilan Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting Se-Surabaya. Turut menghadiri pula dari perwakilan dari OK-OKP Pelajar tingkat Provinsi Jawa Timur yakni PW PII Jawa Timur dan IPNU Jawa Timur.

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur periode 2012-2014 dilantik langsung oleh Ipmawan Fida Afif – Ketua Umum Pimpinan Pusat IPM. “Lain dari biasanya, pelantikan Pimpinan Wilayah IPM Jawa Timur pada kali ini adalah uniq dan kreatif. Saya mengucapkan selamat kepada PW IPM Jatim yang sudah di lantik”. Ujar Ipmawan Fida Afif, Ketua Umum PP IPM dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Umum terpilih, Ipmawan Nureffendi Fradana – Ketua Umum PW IPM Jawa Timur terpilih periode 2012-20114 mengatakan bahwa saat ini IPM sudah mendapat prestasi yang sebagai OKP terbaik dan mendapat penghargaan dari ASEAN TAYO, tapi IPM saat ini belum menjadi pergerakan terbaik, maka dari itu program IPM Jawa Timur kedepan sudah saatnya memikirkan program-program yang menyentuh basis akar rumput.

Sebagai puncak acara, Tausyiyah Gerakan di sampaikan oleh Bpk Nadjib Hamid, M.Si - PWM Jawa Timur. Dalam tausyiyahnya beliau berpesan bahwasannya IPM kini telah memasuki era baru gerakkannya, yakni gerakan progressif yang serba cepat. IPM di tuntut untuk menghadirkan aksi-aksi cepat dalam mengemban amanahnya. (sumber: www.ipmjatim.or.id)

Jumat, 29 Maret 2013

Din Syamsuddin Sedih Pengurus Ortom Rebutan Jabatan di Amal Usaha Muhammadiyah

Din Syamsudin (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah)
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Umum PP MUhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, organisasi otonom (Ortom) di bawah Muhammadiyah sangat penting bagi kelangsungan organisasi Muhammadiyah sendiri.
"Kita bisa berkembang hingga se abad ini karena kader-kader ortom ini termasuk IPM," kata Din dalam sambutannya saat membuka Rakernas Ikatan Pelajar  Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat (29/3). 
Namun begitu, Din merasa sedih karena para pengurus Ortom Muhammadiyah baik itu IPM, IMM maupun Ortom lainnya banyak yang berebut jabatan di amal usaha Muhammadiyah seperti rumah sakit, perguruan tinggi dan sekolah.
"Alumni IMM berebut menjadi Rektor. Akibaatnya banyak konflik sehingga memutuskan silaturahmi," ujarnya.
Karena itulah, Muhammadiyah memutuskan untuk mengganti nama sebutan amal usaha menjadi amanat Muhammadiyah atau gerakan pencerahan Muhammadiyah. "Ortom harus berada di jalur ini menjadi agen dari gerakan pencerahan ini. Mereka adalah laskar zaman," tambahnya. 
Apalagi kata Din, menjelang 2014 mendatang dia khawatir Muhammadiyah diombang-ambingkan kepentingan politik. "Jangan sampai Muhammadiyah diombang-ambingkan kepentingan politik. Jika AMM termasuk IPM tidak bisa menjaga Muhammadiyah dan dirinya maka kepada siapa lagi kita berharap. Saya sedih kalau Muhammadiyah tidak bisa bertahan dipenghujung abad kedua," tandas Din.


IPM Siapkan 6 Juta Dai Pelajar se-Indonesia



REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ikatan Pelajar Muhammadiyah IPM) selama dua tahun akan mengkader 6 juta anggotanya untuk menjadi dai pelajar di seluruh Indonesia. Mereka akan menjadi kader Muhammadiyah dibidang dakwah di kalangan pelajar. Para dai pelajar ini disebar di 33 provinsi di Indonesia. 
"Hal itu kita lakukan selama kurun dua tahun terakhir sejak 2012 hingga 2014 mendatang," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPM Fida Aviv dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPM 2013 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Jumat (29/3). Rakernas tersebut akan berlangsung hingga 31 Maret mendatang.
Hingga 2014 mendatang, IPM juga siap melaksanakan 4.000 taruna melati se Indonesia sebagai kaser perjuangan Muhammadiyah. Sedangkan dibidang pengetahuan, IPM akan mendirikan seribu rumah baca komunitas anak negeri di seluruh Indonesia.  "Minat baca harus mendapat dongkrakan luar biasa, kalau bukan dari kalangan pelajar dari mana lagi. Kita siap menggerakkan dan membangun budaya membaca dalam masyarakat," katanya.
Selain itu para pelajar putri kata dia, juga telah mendirikan 3.300 konselor sebaya di 33 provinsi di Indonesia. Para konselor ini akan menjadi pendamping rekan-rekan mereka dalam menghadapi berbagai problem sosial di masyarakat. Melalui langkah-langkah tersebut, pihaknya optimis bisa menjadi penerus Muhammadiyah dalam gerakan amar makruf nahi munkar terutama di kalangan pelajar.
Panitia Rakernas IPM 2012, Imam Ahmad Arrozaq mengatakan, rakernas IPM merupakan agenda tahunan untuk menyelaraskan program kerja hingga tingkat ranting. Pada 2013 ini IPM telah memiliki 1.093 ranting di seluruh Indonesia. Rakernas kali ini mengambil tema menatap masa depan bangsa membangun budaya pelajar kritis dan progresif.
Rakernas kali ini dihadiri 73 perwakilan Pimpinan Wilayah IPM se-Indonesia di 33 Provinsi. Kegiatan tersebut juga dihadiri 400 pelajar SMP dan SMA se-DIY. "Kita patut berbangga karena pada 2012 lalu IPM dikukuhkan sebagai organisasi pelajhar terbaik se-Asean. Tahun ini kita ingin menjadikan IPM sebagai organisasi pelajar terbaik se-dunia," jelasnya.
Rektor UAD, Kasiyarno dalam kesempatan itu mengatakan, tidak banyak organisasi pemuda terutama pelajar yang bisa mengumpulkan anggota dan pengurus yang banyak seperti halnya IPM. Bahkan menurutnya, IPM merupakan organisasi pelajar yang mampu eksis dalam kurun sangat lama. "Saya optimis organisasi ini akan terus berkembang ke depan," ujarnya.



Sabtu, 16 Februari 2013

Muswil IPM ke 18 Jawa Timur

Gerakan pelajar memiliki peranan sentral dalam kemajuan bangsa Indonesia. Sebagai gerakan pelajar, bagi IPM setengah abad melintas merupakan tonggak sejarah yang penting bagi gerakannya. Gerakan IPM membawa misi dakwah Islam yang berkemajuan di tengah lintasan zaman yang penuh gelora. Sebagai gerakan yang fokus pada dunia pelajar IPM telah melewati berbagai fase zaman yang sarat dinamika dengan perjuangan tanpa kenal lelah.

Tujuan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ialah "Terbentuknya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.” Melalui IPM dapat dioptimalkan proses pembudayaan pelajar untuk menjadi sosok yang cerdas dan reiligius, sekaligus menjadi calon elite pencerah di Republik ini.

Kini, IPM sebagai gerakan pelajar menghadapi kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal yang berada dalam pertaruhan yang krusial karena dilanda berbagai persoalan dilematis. Di tengah dunia pendidikan yang “galau” orientasi dan dunia pelajar Indonesia diwarnai tawuran, selain prestasi yang menggembirakan, kehadiran IPM dan peranannya yang mencerdaskan dan mencerahkan sangatlah dinanti. Dengan ideologi Islam berkamajuan yang menjadi ideologi gerakan, IPM terus berjuang demi menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemajuan Islam untuk mewujudkan kehidupan pelajar yang tercerahkan atau pelajar yang berkemajuan.

Kehidupan tak akan pernah berhenti, selalu bergerak maju memerlukan manusia-manusia baruy aitu pelajar baru dengan semangat dan pemahaman baru dan berkemajuan atas realitas yang terus berkembang dengan dinamis. Pelajar baru inilah yang akan meneruskan risalah Islam yang dipahami dengan semangat kemajuan. Pelajar baru inilah yang akan terus melakukan gerakan pencerahan dengan gerakan ilmu. Pelajar baru inilah yang mempu menggerakkan Islam sebagai ilmu yang mampu membangun peradaban. Merekalah yang akan dengan benar memahami realitas ketika dengan pandangan Islam berkemajuan. Merekalah yang akan tetap lantang menjadi pelajar bersuara ketika yang tua terperosok dalam pesimisme dan terhanyut dalam pragmatisme.

Sejarah telah membuktikan bahwa pelajar adalah tiang Negara yang sangat menentukan perjalanan sebuah bangsa. Maju dan mundurnya sebuah bangsa ialah tergantung pelajarnya, berkamajuan atau berkemunduran. Sebagai sosok intelektual dan penuh idealisme pelajar harus mampu melahirkan berbagai penemuan, eksplorasi, bahkan sebuah revolusi. Mereka menentukan masa depan kemanusiaan. Pengalaman, wawasan, kesejahteraan, kemiskinan, penderitaan, dan kebahagiaan yang mereka alami sekarang menentukan masa depan bangsa. Sayangnya, yang kita lihat saat ini ialah para pelajar belum posisi tawar yang baik untuk memainkan perannya secara sebagai kaum berilmu.

Kaum pelajar masih terpinggirkan secara sosial, politik, ekonomi, budaya, dan seterusnya. Kita sering menyaksikan praktek diskriminasi terhadap mereka dalam hal penetapan keputusan dalam keluarga misalnya, bahkan untuk menentukan rencana studi lanjutannya. Contoh lain adalah, mereka seolah tak pernah berhenti menjadi objek dalam pembuatan kebijakan publik, terutama dalam perkara yang menyangkut langsung diri mereka, seperti dalam menjamin kesejahteraan mereka. Yang lain lagi, dengan mantapnya kaum pelajar menjadi sasaran konsumerisme, hedonisme dan lain sebagainya.

Disisi lain, IPM yang seharusnya menjadi sayap gerakan pelajar dan membela kepentingan pelajar. IPM sebagai dokter masalah namun dirinya sendiri mangalami masalah. Saat ini gerakan IPM mulai kehilangan taringnya untuk berbicara dalam berbagai persoalan ideologi yang terus menyerang dunia pelajar. Gerakan IPM cenderung terjebak kepada rutinitas seremonial tanpa ada kesadaran kritis sebagai alat pembaca masalah. Inilah yang mengakibatkan gerakan IPM cenderung mengalami penumpulan karena gagap sosial. Hal semacam inilah yang menyebabkan gerakan IPM menjadi tumpul, karena terjebak pada masalah-masalah internal, teknis, birokratis, dan menjadi rutinitas yang menguras energi.

Menyadari hal ini, IPM perlu melakukan tajdid gerakan untuk gerakan pelajar berkemajuan yang responsif dan progresif membaca realitas dan gerakan untuk peroalan-persoalan pelajar. Cita-cita IPM yang mendambakan sosok ideal pelajar sesungguhnya telah menggambarkan niat perjuangan tersebut. Gerakan IPM ialah bentuk respon terhadap penjagaan ideologi pelajar dari ideologi komunis yang berkembang pada saat itu. Selain itu, IPM berdiri karena sebuah keharusan bagi Muhammadiyah untuk menanamkan nilai-nilai ideologi perjuangan Muhammadiyah kepada kader-kader yang kebetulan saat itu Muhammadiyah telah memiliki lembaga-lembaga pendidikan (sekolah). Di sinilah mengapa Kiyai Dahlan berpesan: “Dadiyo kiai sing kemajon, lan ojo kesel anggomu nyambut gawe kanggo Muhammadiyah”. Karena itu perlu organisasi Muhammadiyah sayap pelajar yang nantinya konsen pada persoalan-persoalan pelajar dan dunianya.

Kedepan, gerakan IPM harus dikembalikan pada ruhnya. Pagelaran Muswil XVIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur adalah sebagai forum permusyawaratan tertinggi dalam IPM di Tingkat Wilayah yang diikuti oleh perwakilan Pimpinan Daerah IPM (Kota/Kabupaten) dan Pimpinan Cabang IPM (Kecamatan) seluruh Jawa Timur. Muswil XVIII merupakan momentum yang sangat tepat bagi organisasi untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan dan dicapai untuk kemudian terus melakukan rekonstruksi dan revitalisasi ruh gerakannya serta selayaknya menghasilkan keputusan-keputusan yang menjangkau problem ditingkat basis maupun lokus. Disinilah kehadiran IPM sebagai sebuah gerakan yang terus maju sesuai dengan kemajuan zaman dan membawa nilai-nilai luhur Islam.

Sebagai langkah implementasi menemukan kembali ruh gerakan pelajar di Jawa Timur. Gerakan IPM Jawa Timur harus segera melakukan reformulasi dan reorientasi gerakannya untuk menemukan formula ideal IPM Jawa Timur ke depan. Muswil XVII diharapkan mampu menelurkan gagasan besar untuk mengawal gerakan pelajar Muhammadiyah sebagai gerakan pelopor pembaruan yang mampu mengawal kemajuan Jawa Timur sebagai salah satu Propinsi besar bagian dari bangsa Indonesia. Sebagai mana Kalamullah, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS al-Hasyr: 18). Oleh sebab itu pada Muswil XVIII IPM Jawa Timur kali ini mengambil tema, TAJDID GERAKAN UNTUK PELAJAR BERKEMAJUAN”.

Rabu, 16 Januari 2013

IPM Mendukung Berdirinya Gerakan 1 Juta Rumah Baca untuk Indonesia


Yogyakarta -  Secara simbolis Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah menyerahkan bantuan buku kepada Rumah Baca Komunitas kemarin Selasa (15/1/2013). Rumah Baca Komunitas yang terletak di Kab. Bantul ini  merupakan perpustakaan komunitas dibawah LaPSI PP IPM (Lembaga Pengembangan Sumber Daya Insani) yang didirikan sebagai awal program pendirian Rumah Baca di seluruh Indonesia.
Seperti yang disampaikan, Ketua Umum PP IPM,  Fida ‘Afif, "Selain di sekolah, pelajar Indonesia membutuhkan markas sebagai tempat mencetuskan ide, gagasan, dan kreatifitas untuk membawa bangsa ini bersaing dengan bangsa lain. Bangsa yang maju adalah bangsa yang sadar akan pentingnya budaya membaca, berdiskusi, dan melahirkan gagasan baru untuk ditulis dan diaplikasikan di lingkungan. Markas yang paling sesuai ya taman baca atau rumah baca dan laboratorium."
Buku merupakan alat memperoleh ilmu pengetahuan dan pencerdasaan, terbatasnya akses untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan lewat buku kiranya menjadi salah satu faktor menjamurnya budaya nol baca di bangsa tercinta ini. Lewat program ini IPM telah ikut memberikan warna dalam merubah keadaan bangsa ke arah lebih baik, dengan memberikan akses buku lewat perpustakaan komunitas yang didirikan, harapanya mampu menumbuhkan semangat membaca di kalangan pelajar. Selain itu perpustakaan dengan design sirkulasi peminjaman yang dibuka selama 24 jam dan dilengkapi dengan laboratorium hidup ini bisa menjadi tempat alternatif para pelajar mengisi kesibukan, tantangan dan ancaman dunia global yang tengah mengincar pelajar lewat budaya-budaya populer.
Ke depan perpustakaan-perpustakaan semacam ini akan menjadi jembatan untuk membumikan gerakan membaca dikalangan pelajar. Ikhtiar yang kecil ini merupakan pancingan dan rangsangan bagi segenap masyarakat untuk ikut memperbaiki keadaan generasi muda. Dukungan dan kesinambungan dari semua pihak, terutama pemerintah,  akan membantu mensukseskan program ini sekaligus mempercepat pemberantasan hal-hal negatif dikalangan pelajar. Afif juga menambahkan, "Pelajar Indonesia jangan pernah jauh dari buku dan membaca."

Minggu, 06 Januari 2013

Kembali Ke Sekolah

Liburan telah usai. Kini, saat nya kembali ke sekolah, mengisi hari-hari dengan belajar. Saat liburan sekolah, mungkin saja tidak terlalu banyak bersentuhan dengan pelajaran. Pada masa-masa liburan tersebut, boleh jadi sebagian besar siswa menghabiskan waktunya untuk mengunjungi tempat-tempat wisata, bersilaturahim, bermain, belanja, hingga menghabiskan waktu di depan TV.
Nah, menghadapi hari-hari awal sekolah, ada baiknya pihak sekolah memberikan materi motivasi untuk para peserta didik guna menguatkan kembali motivasi belajar mereka. Agar berhasil dalam menuntut ilmu (sekolah), paling tidak ada lima hal yang perlu diperhatikan oleh peserta didik.
Pertama, menumbuhkan keikhlasan dalam belajar (al-ikhlas).
Seseorang yang menuntut ilmu harus menanamkan keikhlasan dalam hatinya. Ikhlas akan memberikan kekuatan (motivasi) belajar secara berkesinambungan. Dalam hal ini, Rasulullah SAW pernah bersabda, setiap amal itu bergantung pada niatnya.
Kedua, selalu menanamkan keyakinan (al-yaqin).
Keyakinan akan memberi kekuatan dan daya dorong kepada siswa yang sedang menun- tut ilmu. Peserta didik yang memi- liki keyakinan bisa akan terdorong serta berupaya untuk menjadi bisa.
Dalam hadis Qudsi, Allah SWT berfirman, “Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku.” (HR Muslim). Jika siswa berpra sangka sulit mempelajari pelajaran tertentu maka dia akan menjadi sulit beneran mempelajari pelajaran tertentu tersebut. Begitu pula sebalik nya.
Karena itu, siswa harus selalu memiliki prasangka yang baik, dalam bahasa sekarang positive thinkingatau husnudz-dzan. Di sini- lah peran guru untuk memotivasi anak didiknya agar mereka selalu optimis dalam belajar.
Misalnya, katakan kepada siswa, “Aku bisa, insya Allah.”  Hindarkan kalimat-kalimat negatif kepada siswa karena kalimat negatif itu dapat melahirkan ketidakberdayaan dalam diri siswa. Misalnya, hindarkan kalimat, “Aku tidak bisa”, “Ah… sulit”, “Lagi BT nih”, “Ka yaknya ini nggak mungkin selesai”, dan kali- mat-kalimat negatif lainnya. Tentu keyakinan tersebut harus disertai dengan doa sebab segala sesuatu itu terjadi atas kehendak Allah SWT.
Ketiga, memperbanyak membaca (katsrah at-tilawah). Sebegitu pentingnya ilmu untuk dikuasai sehingga Alquran dimulai dengan perintah Iqra. Bacalah! Membaca ada lah jendela meraih ilmu. Membaca menambah wawasan. Wa wasan yang luas akan memberikan perspektif yang menuntun seseorang bagai mana ia seharusnya me respons apa yang dilihat, apa yang dia dengar, dan apa yang dia rasa kan.
Orang yang berilmu menghadapi sesuatu dengan tenang. Sebaliknya, yang cekak ilmu, sering panik, terburu-buru yang pada akhirnya justru merugikan dirinya. Agar peserta didik memiliki minat membaca, guru harus selalu mencontohkannya (qudwah hasanah).
Keempat, banyak mendengar (katsrah al-istma’).
Orang yang sering mendengarkan sesuatu akan mudah mengingat sesuatu. Karena itu, ketika guru sedang menerangkan, hendaknya peserta didik mem- perhatikan dan mendengarkan dengan baik. Apabila belum paham apa yang disampaikan guru, ber se – geralah bertanya. Pepatah mengata kan,”Malu bertanya sesat di jalan.”
Kelima, banyak mengulang (kat- srah al-muraja’ah).
Sesuatu yang sudah diketahui akan mudah lupa apabila tidak diulang-ulang. Bahkan, sesuatu yang telah dihafal akan lebih mudah hilang. Karena itu, mengulang-ulang pelajaran merupakan kewajiban bagi peserta didik. Malas adalah kunci kegagalan. Barang siapa malas berarti ia merencanakan kegagalan. Kemalasan inilah yang men jadi cikal bakal lahirnya sistem SKS (sistem kebut semalam).
Jika kelima strategi tersebut terus-menerus ditanamkan dalam diri peserta didik, tidak menutup ke- mungkinan kesuksesan dalam belajar akan mudah diraih oleh setiap peserta didik, insya Allah. Selamat mencoba, buktikan hasilnya!

Sumber: Republika e-paper, oleh H Imam Nur Suharno, SPd MPd,Guru MTs Husnul Khotimah,Kuningan, Jawa Barat

Dukung...